kubar24jam.com – Kaltim tengah menghadapi ancaman serius terkait ketersediaan beras. Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat mulai mengeluhkan menipisnya stok beras di pasar tradisional maupun ritel modern.
Kelangkaan beras mulai terasa di sejumlah wilayah, baik Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Bahkan di beberapa pasar tradisional, para pedagang mengaku tidak lagi menerima pasokan rutin dari distributor.
“Saya sudah keliling beberapa pasar, dan keluhannya sama: mereka tidak lagi dapat kiriman dari distributor,” ujar Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam konferensi pers di Kantor Gubernur, Selasa 19 Agustus 2025.
Bahkan di minimarket modern seperti Indomaret dan Alfamart, rak beras mulai kosong. “Biasanya sehari bisa 3 hingga 5 kali distribusi, sekarang sangat berkurang,” tambah Rudy.
Situasi ini memperlihatkan rapuhnya sistem ketahanan pangan di Kaltim yang masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Rudy Mas’ud menyoroti pentingnya kelancaran distribusi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Kita ini masih sangat tergantung dari luar. Kalau distribusinya terganggu, Kaltim langsung terdampak,” ujarnya.
Pemerintah pun meminta distributor untuk memprioritaskan pasar tradisional dan warung kecil dalam distribusi, mengingat sebagian besar masyarakat membeli beras dalam jumlah kecil.
“Pasar tradisional harus jadi prioritas. Karena masyarakat kita beli 2 kilo, 3 kilo. Bukan langsung 10 kilo seperti di minimarket,” tegasnya. (bct)












