Jakarta — Halaqoh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren se-Indonesia melontarkan kritik keras kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, setelah beredarnya foto dirinya yang terlihat bermain domino bersama Azis Wellang, tersangka kasus pembalakan liar.
Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren, Ahmad Samsul Munir, menyebut peristiwa itu sebagai skandal etika yang melukai nurani publik sekaligus mempermalukan bangsa yang saat ini sedang bergulat dengan krisis lingkungan dan berbagai persoalan kebangsaan.
“Ini bukan sekadar soal permainan domino. Ini simbol keterlunta-luntaan moral pejabat publik. Bagaimana mungkin seorang Menteri Kehutanan, yang seharusnya menjadi garda terdepan melawan mafia hutan, justru terlihat akrab dengan orang yang pernah ditetapkan sebagai tersangka pembalakan liar? Ini penghinaan bagi rakyat dan tamparan bagi bangsa,” tegas Ahmad Samsul Munir, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, tindakan tersebut dapat menumbuhkan persepsi buruk bahwa negara tidak serius dalam memberantas mafia kehutanan.
“Rakyat bisa kehilangan kepercayaan. Mereka akan bertanya-tanya: apakah pemerintah benar-benar memihak hutan dan rakyat, atau justru kompromi dengan para perusak alam?” ujarnya.
Ahmad Samsul Munir juga menilai bahwa kejadian ini terjadi di saat yang salah. Di tengah maraknya kebakaran hutan, deforestasi, dan konflik agraria, publik butuh figur pejabat yang berintegritas, bukan yang justru menimbulkan kontroversi.
“Bangsa ini sedang terpuruk. Jangan ditambah dengan tontonan pejabat yang kehilangan etika. Kami dari Halaqoh BEM Pesantren menegaskan: Menteri Kehutanan harus meminta maaf secara terbuka kepada rakyat, dan Presiden wajib mengevaluasi kinerjanya. Jika tidak, jargon pemberantasan mafia hutan hanyalah pepesan kosong,” pungkasnya.












