KALTIMNews

Serapan Anggaran Masih 27 Persen, PUPR Kaltim Fokus Genjot Proyek Prioritas Hingga Akhir Tahun

9
×

Serapan Anggaran Masih 27 Persen, PUPR Kaltim Fokus Genjot Proyek Prioritas Hingga Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini

kubar24jam.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR – Pera) Kaltim ternyata masih memiliki banyak Pekerjaan Rumah. Pasalnya, untuk realisasi serapan anggaran per Agustus 2025 ini baru mencapai 27 persen.

Meski terbilang rendah, Dinas PUPR Kaltim, AM Fitra Firnanda, optimistis serapan akan meningkat menjelang akhir tahun. Apalagi seluruh proyek strategis masih berjalan sesuai kontrak dan akan terus digenjot hingga akhir tahun. “Kami masih yakin diakhir tahun semua perencanaan akan terserap dengan baik,” ucap Firnanda

Ia menyebut pelaksanaan lelang yang baru dimulai pada Maret menjadi salah satu faktor keterlambatan serapan anggaran. Karena mesti menunggu kepala daerah terpilih usai Pilkada.

Baca Juga :  Kebakaran BigMall Samarinda, Sistem Sprinkler Tak Berfungsi

“Kami memulai lelang rata-rata di bulan Maret karena adanya masa transisi dan pelantikan pada 20 Februari. Beberapa kegiatan juga mengalami penyesuaian program, sehingga tidak bisa dilakukan lelang dini,” jelasnya.

Untuk tahun anggaran 2025, PUPR Kaltim mendapat alokasi dana sebesar Rp3,2 triliun. Fokus terbesar tetap pada pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi.

Namun, sejumlah jalan non-status yang dinilai penting secara strategis juga tetap dikerjakan, termasuk ruas Tereng–Ujoh Bilang yang menghubungkan Kutai Barat dengan Mahakam Ulu (Mahulu).

“Meski belum berstatus jalan provinsi, tetap kami kerjakan karena penting untuk membuka konektivitas ke Mahulu, bersama dengan Kementerian dan balai,” terang Fitra.

Diketahui, anggaran untuk ruas tersebut mencapai Rp200 miliar tahun ini, dan diproyeksikan Rp160 miliar tahun depan.

Baca Juga :  DPRD dan Pemprov Bahas RPJMD, Tetapkan Infrastruktur Prioritas

Menanggapi isu pemangkasan dana transfer pusat akibat efisiensi fiskal, Fitra mengatakan pihaknya belum mendapat keputusan resmi karena bukan bagian dari tim anggaran.

Namun, ia membenarkan adanya pengurangan sekitar Rp200 miliar dalam anggaran 2025.

“Kalau program dianggap prioritas tentu tidak akan dipotong. Tapi jika memang harus, kami siap sesuaikan,” ujarnya.

Dampak pemangkasan tersebut, kata dia, membuat beberapa proyek harus ditunda, termasuk pembangunan Ring Road menuju Bandara APT Pranoto ke jembatan Mahakam Ulu.

“Ring Road ditunda karena masih ada akses jalan lain menuju bandara. Sementara Mahulu lebih mendesak karena akses sangat terbatas, sehingga prioritasnya lebih tinggi,” jelasnya. (bct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *